Segitiga Bola (Part II)
Setelah selesai dengan penjelasan tentang segitiga bola di post sebelumnya, maka sekarang di post ini saya akan menjelaskan aplikasi dari prinsip segitiga bola untuk menyelesaikan beberapa soal tentang astronomi, khususnya adalah jarak linear di bumi dan konversi antartata-koordinat.
Contoh 1 : Jarak linear di Bumi
Misalkan kota A yang terletak pada koordinat 50 derajat LU, 105 derajat BT dan kota B yang terletak pada koordinat 30 derajat LS, 30 derajat BT. Berapakah jarak terdekat kedua kota tersebut?
Strageti pemecahan : gambarkan dahulu posisi 2 kota tersebut lalu hitung besar busur yang menghubungkan 2 kota tersebut, lalu konversi menjadi jarak linear.
Definisikan dahulu besaran-besaran yang ingin dicari.
Busur AB = a
Busur AZ = b
Busur BZ = c
Sudut BZA = A
Besar sudut A = 105 – 30 = 75 derajat. b = (90-50)derajat = 40 derajat. c = (90+30) derajat = 120 derajat.
Setelah semua besaran ada, gunakan aturan cosinus untuk mencari sisi a.
Setelah kita dapatkan besar busur a, kita harus mencari dahulu panjang linear di bumi per satu derajat. Besarnya bisa kita dapatkan dengan membagi keliling ekuator bumi dengan 360 derajat, kita akan dapatkan panjang per satu derajat. Lalu angka tersebut dikalikan dengan 103.82 derajat, maka kita dapatkan jarak terdekat Jakarta-London.
Di atas adalah salah satu contoh menghitung jarak terdekat di permukaan bola. Contoh lainnya menyusul.
Untuk yang masih bingung tentang segitiga bola, baca kembali artikel http://astronomy2008.wordpress.com/2008/12/14/segitiga-bola/
About this entry
You’re currently reading “Segitiga Bola (Part II),” an entry on Astronomy for dummies
- Published:
- December 14, 2008 / 16:10
- Category:
- Astronomi
- Tags:
- jarak linear, segitiga bola
7 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]