Fotometri Bintang

Fotometri Bintang Part II

Fluks adalah jumlah energi yang dipancarkan oleh setiap m^{2} permukaan benda hitam per detik ke semua arah, yaitu :

F = \sigma T^{4}

Apabila suatu benda berbentuk bola beradius R dan bertemperatur T memancarkan radiasi dengan sifat-sifat benda hitam, maka energi yang dipancarkan seluruh benda itu ke semua arah per detik disebut Luminositas yang dirumuskan sebagai :

L = A \times F = 4\pi R^{2} \sigma T_{efektif}^{4}

Fluks energi yang diterima oleh pengamat yang berjarak d dari suatu bintang yang berluminositas L adalah :

E = \frac{L}{4\pi d^{2}}

Energi Bintang yang diterima/melewati permukaan pada jarak d per m^{2} per detik (E). Persamaan ini disebut juga hukum kuadrat kebalikan (inverse square law) untuk kecerlangan (brightness). Karena persamaan ini menyatakan bahwa keverlangan benda berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya maka makin jauh sebuah bintang, makin redup cahayanya.

Jarak Bintang

Jarak bintang yang dekat dapat ditentukan dengan cara paralaks trigonometri.

d_{o} = jarak matahari – bumi (1 Astronomical Unit/AU)
d_{*} = jarak matahari – bintang
p = sudut paralaks bintang

Maksud dari sudut paralaks bintang adalah besarnya sudut perubahan posisi bintang apabila diamati dari tempat yang berbeda 180 derajat.

maka \tan{p} = \frac{d_{o}}{d_{*}}

karena p sangat kecil, maka persamaan di atas dapat dituliskan p = \frac{d_{o}}{d_{*}}, p dalam radian.

Apabila p dinyatakan dalam detik busur (“) dan karena 1 radian = 206265″, maka

p = 206265d_{o}/d_{*}

Pages: 1 2 3


About this entry